Pengertian
potensi
Dari
segi peristilahan, kata potensi berasal dari bahasa Inggris to potent yang
berarti keras atau kuat. Dalam pemahaman lain kurang lebih semakna, kata
potensial mengandung arti kekuatan, kemampuan, dan daya, baik yang belum maupun
yang sudah terwujud, tetapi belum optimal. Sementara itu, dalam Kamus Umum
Bahasa Indonesia, yang dimaksud potensi adalah kemampuan-kemampuan dan kualitas-kualitas
yang dimiliki oleh seseorang, namun belum digunakan secara maksimal.
Berbagai
pengertian di atas memberi pemahaman kepada kita bahwa potensi merupakan suatu
daya yang dimiliki oleh manusia. Akan tetapi, daya tersebut belum dimanfaatkan secara
optimal. Oleh karena itu, yang menjadi tugas berikutnya bagi manusia yang
berpotensi adalah bagaimana mendayagunakan potensi tersebut untuk meraih
prestasi. Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
- Kemampuan
dasar, seperti tingkatan inteligensi, kemampuan abstraksi, logika, dan
daya tangkap.
- Sikap
kerja, seperti ketekunan, ketelitian, tempo kerja, dan daya tahan terhadap
tekanan.
- Kepribadian,
yaitu pola menyeluruh terhadap semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan
seseorang, baik yang jasmani, rohani, emosional, maupun sosial yang ditata
dengan cara yang khas di bawah pengaruh dari luar. Pola ini berbentuk
tingkah laku dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana yang dikehendaki.
Beberapa contoh kepribadian, antara lain ikhlas, tulus, lincah, cerdas,
dan lain sebagainya.
Macam-macam potensi
Secara
umum, macam-macam potensi manusia adalah sebagai berikut:
- Potensi fisik, merupakan organ fisik manusia yang dapat digunakan dan
diberdayakan untuk berbagai kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
Potensi fisik berfungsi sesuai dengan jenisnya. Contohnya, mata untuk
melihat, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar, dan sebagainya.
- Potensi mental intelektual (intelectual quotient), merupakan potensi kecerdasan
yang ada pada otak manusia (terutama otak belahan kiri). Potensi ini
berfungsi, antara lain menganalisis, menghitung, merencanakan sesuatu, dan
sebagainya.
- Potensi sosial emosional (emotional quotient), merupakan potensi kecerdasan
yang ada pada otak manusia (terutama otak belahan kanan). Potensi ini
berfungsi, antara lain untuk mengendalikan amarah, bertanggung jawab,
motivasi, kesadaran diri, dan sebagainya. Emotional quotient (EQ) lebih
banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan lingkungan.
- Potensi mental spiritual (spiritual quotient), merupakan potensi kecerdasan
yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan kearifan
di luar ego atau jiwa sadar (bukan hanya mengetahui nilai, tetapi
menemukan nilai). Dengan SQ manusia dapat muncul sebagai makhluk yang utuh
secara intelektual, emosional, dan spiritual. Cara pengungkapan SQ adalah
melalui pendidikan agama dan pendidikan budi pekerti.
- Potensi ketangguhan (adversity quotient), merupakan potensi kecerdasan
manusia yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan
keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang tinggi. AQ merupakan salah satu
faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang karena mampu merespons
berbagai kesulitan dengan baik. Dengan AQ, berarti seseorang telah mampu
mengubahrintangan menjadi peluang.
Potensi-potensi
tersebut, pada dasarnya masih merupakan kemampuan yang belum terwujud secara
optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan hal lain agar potensi tersebut dapat
didayagunakan, tentu saja manusia mesti memiliki ambisi. Ambisi inilah yang
mendorong orang untuk berusaha meraih keinginannya. Tanpa ambisi, orang hanya
akan merasa puas dengan kondisi yang dimilikinya sekarang, tidak ada keinginan
untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Walaupun demikian, kita harus mampu untuk
menakar kemampuan diri. Jangan sampai ambisi yang berlebihan, yang berada di
luar jangkauan dan kewajaran justru membawa kita ke jurang kesombongan dan mendorong
pada kegagalan.
Ambisi
adalah dorongan untuk mencapai hasil yang diperlihatkan dan dihargai oleh orang
lain. Menurut ilmu jiwa, ”keberhasilan” dimaksudkan untuk mempertinggi rasa
harga diri dan memperkuat kesadaran diri. Ambisi yang berlebihan (ambisius)
mungkin merupakan alat untuk menutupi ketidakberhasilan, baik bagi diri
sendiri, orang lain, maupun perasaan rendah diri. Ambisi berbeda dengan
cita-cita dan target. Ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk
menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau
melakukan sesuatu. Cita-cita adalah suatu keinginan (kehendak) yang selalu ada
di dalam pikiran. Target adalah sasaran (batas ketentuan, dan sebagainya) yang
telah ditetapkan untuk dicapai.
Motivasi
untuk mencapai hasil bukanlah bawaan, tetapi dibentuk melalui pendidikan.
Masyarakat kita yang berorientasi pada sukses dan prestasi, membuat orang
tua mendorongambisi anak dan muridnya. Akan tetapi, banyak orang tidak
menyadari bahwa ambisi yang berlebihan merusak keberhasilan. R.G. Stennet dapat
memperlihatkan bahwa, ambisi yang berlebihan memberi efek buruk terhadap hasil
yang dicapai.
Ambisi
yang berlebihan (ambisius) berakibat negatif, tidak hanya terhadap perkem-
bangan kemampuan untuk berhasil, tetapi juga terhadap perkembangan sosial.
Orang yang punya ambisi berlebihan cenderung egois dalam mencapai sasarannya.
Oleh karena orang yang ambisius lebih memusatkan perhatian pada tujuannya
sendiri tanpa memerhatikan tujuan orang lain, dan tidak terbuka pikirannya
terhadap orang lain.
Potensi Diri Psikis
Potensi psikis berhubungan
dengan IQ (Intelegensi Quotient), EQ ( Emotional Quotient), AQ ( Addversity
quotient) dan SQ ( Spiritual Quotient ). Potensi diri psikis adalah bentuk kekuatan diri secara
kejiwaan yang dimiliki seseorang dan memungkinkan untuk ditingkatkan dan
dikembangkan apabila dipelajari daan dilatih dengan baik.
Bentuk potensi diri psikis yang
dimiliki setiap orang adalah sebagai berikut ini :
Intelegent Quotient ( IQ ) /
Kecerdasan Intelektual
Kecerdasan intelektual adalah bentuk kemampuan
individu untuk berfikir,mengolah dan berusaha untuk menguasai untuk
lingkungannya secara maksimal secara terarah. Menurut Laurel Schmidt dalam
bukunya Jalan pintas menjadi 7 kali lebih cerdas ( Dalam Habsari 2004 : 3)
membagi ilmu
pengetahuan untuk
kecerdasan dalam enam macam, antara lain adalah sebagai berikut:
1.
Kecerdasan
fisual / spesial ( kecerdasan gambar) : profesi yang cocok untuk tipe
kecerdasan ini antra lain arsitak, seniman, designer mobil, insinyaur, designer
graffis, komputer, kartunis,perancang intrior dan ahli fotografi.
2.
Kecerdasan
veerbal / linguistik ( kecerdasan Berbicara): Profesi yang cocok baagi mereka
yang memiliki kecerdasan ini antara lain: pengarang atu menulis,guru.penyiar
radio,peeemandu acara ,presenter, pengacara, penterjemah,pelawak.
3.
Kecerdasan
musik: Profesi yang cocok bagi yang memiliki ini adalah peenggubah lagu,
pemusik, penyaanyi, disc jokey, guru seni suara, kritikus musik, ahli terapi
musik, audio mixier( pemandu suara dan bunyi).
4.
Kecerdasan
logis / matematis ( Kecerdasan angka); Profesi yang cocol bagi mereka yang
memiliki kecerdasan ini adalah ahli metematika ,ahli astronomi,ahli pikir, ahli
forensik, ahli tata kota , penaksir kerugian asuransi,pialang saham, analis
sistem komputer,ahli gempa.
5.
Kecerdasan
interpersonal ( cerdas diri ).Profesi yang cocok bagi tipe karakter manusiaseperti mereka yang memiliki
kecerdasan ini adalah ulama,pendeta,guru,pedagang , resepsionis ,pekerja
sosial,pekerja panti asuhan, perantara dagang,pengacara, manajer konvensi, ahli
melobi, manajer sumber daya manusia.
6.
Kecerdasan
intrapersonal ( cerdas bergaul ): profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki
kecerdasan ini adalah peneliti, ahli kearsipan, ahli agama, ahli budaya, ahli
purbakala, ahli etika kedokteran.
Emosi Quottient ( EQ ) atau
Kecerdasan Emosi
Kecerdasan emosi adalah kemampuan
untuk mengenali, mengendalikan, dan menata perasaan sendiri dan orang lain
secara mendalam sehingga kehadirannya menyenangkan dan didambakan oleh oaraang
lain. Daniel Goleman didalam buku kecerdasan emosi memberi tujuh kerangka kerja
kecakapan ini, yaitu:
1.
Kecakapan
pribadi yaitu kecakapan dalam mengelola diri sendiri.
2.
Kesadaran
diri yaitu bentuk kecakapan utuk mengetahui kondisi diri sendiri dan rasa
percaya diri yang tinggi.
3.
Pengaturan
diri : yaitu bentuk kecakapan dalam mengendalikaan diri dan mengembangkan sifat
dspst dipercaya , kewaspadaan , adaptabilitas, dan inovasi.
4.
Motivasi
: yaitu bentuk kecakapan untuk meraih prestasi , berkomitmen, berinisiatif, dan
optimis.
5.
Kecakapan
sosial yaitu bentuk kecakapan dalam menentukan seseorang harus menangani suatu
hubungan.
6.
Empati
: yaitu bentuk kecakapan untuk memahami orang lain, berorientasi pelayanan
dengan mengambangakan orang lain. Mengatasi keragmana orang lain dan kesadaran
politis.
7.
Ketrampilan
sosial: Yaitu betuk kecakapan dalam menggugah tenggapan yangdikrhendaki pada
orang lain . kecakapan ni meliputi pengaruh , komunikasi, kepemimpinan,
katalisator perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaboradi dan
kooperasi serta kemampuan tim.
Adversity quotient ( AQ) atau
kecerdasan dalam menghdapi kesulitan
Adalah bentuk kecerdasan seseorang untuk
dapat bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi
tantangan hidup. Paul G Stoltz dalam Adversity Quotient membedakan tiga
tingkatan AQ dalam masyarakat :
1.
Tinakat
quitrers ( orang yang berhenti). Quiters adalah orang yang paling lemah AQ nya.
Ketika ia menghadapi berbagai kesulitan hidup ,ia berhenti dan langsung
menyerah.
2.
Tingkat
Campers ( Orang yang berkemah ). Campers adalah orang yang memiliki AQ
sedang.Ia puas dan cukup atas apa yang telah dicapai dan enggan untuk maju
lagi.
3.
Tingkat
Climbers ( orang yang mendaki ). Climbers adalah orang yang memilikiAQ tinggi
dengan kemampuan dan kecerdasan yang tinggi untuk dapat bertahan menghadpi
kesulitan-kesulitan dan mapu mengatasi tantangan hidup.
Spiritual Quotient ( SQ ) atau
kecerdasan spiritual
Adalah sumber yang mengilhami dan
melambungkan semangat seseorang dengan mengikatkan diri pada nilai-nilai
kebenaran tanpa batas waktu (Agus Nggermanto,Quantum Quotient,2001). Menurut
Damitri Mhayana dalam Habsari ,2004.
Ciri-ciri seseorang yang memiliki SQ
tinggi adalah sebagai berikut:
·
Memiliki
prinsip dan visi yang kuat.
·
Mampu
melihat kesatuan dalam keaneka ragaman.
·
Mampu
memaknai setiap sisi kehidupan.
·
Mampu
mengelola dan bertahan dalam kessulitan dan penderitaan.
Pengenalan dan pengukuran potensi diri
Setiap
orang memiliki potensi, tetapi tidak setiap orang mampu mengenali potensinya
sendiri untuk kemudian didayagunakan demi kesuksesan dirinya. Oleh karena itu,
dapat dikatakan bahwa langkah awal untuk menuju sukses adalah mengenali potensi
diri kita sendiri. Jika kita mengenali apa yang mungkin menjadi kelebihan kita
dibandingkan orang lain, maka selanjutnya kita dapat bekerja keras untuk
mengembangkannya. Setiap bakat, kegemaran atau kebiasaan tertentu dapat saja merupakan
potensi yang akan berubah menjadi prestasi jika kita mengasah hal tersebut.
Simaklah
kisah-kisah sukses para atlet berprestasi. Kebanyakan dari mereka pada awalnya
memainkan cabang olahraga tertentu hanya sebagai hobi atau kegemaran. Akan
tetapi, lama-kelamaan mereka menikmati permainan tersebut, bahkan keterampilan
bermain mereka menjadi lebih baik dibandingkan orang lain. Setelah mengenali
potensi tersebut, mereka kemudian berlatih lebih giat dan meraih prestasi yang
gemilang. Hal yang sama mungkin juga terjadi pada para siswa yang berprestasi.
Mereka awalnya menggemari bidang tertentu di sekolahan. Oleh karena terus
mengasah kemampuan dalam bidang tersebut, maka mereka akhirnya mampu
berprestasi dan bahkan membawa harum nama negara di tingkat internasional.
Perlunya
mengetahui potensi diri adalah sebagai upaya untuk memperluas dan memperdalam
kesadaran mengenai berbagai kecenderungan dan kekhususan diri sendiri, baik
yang sudah teraktualisasi maupun yang belum. Kita dapat mengukur potensi diri dari
berbagai kecenderungan atau kelebihan kita. Akan tetapi, karena kecenderungan
itu sebagian merupakan hal yang bersifat abstrak, maka pengenalan dan
pengukuran kita belum tentu sempurna.
Pada
sisi lain, seseorang juga harus mampu bersikap objektif dan realistis dalam
memandang potensi dirinya. Objektif bermakna bahwa kita harus mampu mengenal
dengan baik apa yang menjadi potensi kita. Hal ini penting karena dengan
bersikap objektif kita dapat mengembangkan potensi tersebut secara
proporsional, yakni sesuai dengan proporsi,sebanding, seimbang, dan berimbang.
Selain itu, kita juga harus realistis, artinya dalam mengukur potensi hendaknya
kita berpijak pada kenyataan, misalnya potensi apa yang kita miliki, potensi
mana yang harus kita kembangkan, dan lain sebagainya. Jangan sampai kita
berusaha tanpa perhitungan dan membuat target yang tidak sesuai dengan
kemampuan kita. Hal yang demikian justru dapat membawa kita pada kegagalan,
bukan keberhasilan.
Dalam
pengembangan diri, pengukuran potensi dimaksudkan untuk mengetahui sejauh
manakah potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang individu, baik yang
diperoleh melalui introspeksi diri, melalui feedback dari orang lain, maupun
melalui tes psikologi.
Beberapa cara mengetahui
bakat diri sendiri
·
REFLEKSI. Anda akan kesulitan memahami
diri sendiri apabila jarang sekali melakukan refleksi. Para periset selalu
menemukan bahwa orang-orang sukses menduduki puncak karir senantiasa melakukan
refleksi. Refleksi ini ibarat cermin yang menunjukan kepada diri cara
mengetahui bakat diri sendiri. Apa yang perlu Anda lakukan adalah mengevaluasi
tindakan yang Anda ambil dan apa dampaknya. Misalnya ketika Anda tidak mencapai
target tertentu dalam kerja maupun kehidupan, itulah saat tepat untuk melakukan
refleksi. Ajukan pertanyaan, "Mengapa?"
·
MINAT. Cara mengetahui bakat diri
sendiri dapat dilakukan dengan mendata apa minat Anda. Minat biasanya tumbuh
karena adanya Anda cerdas di bidang itu. Misalnya Anda cerdas dalam negosiasi
dan melobi. Kemungkinan bakat Anda terletak pada INTERPERSONAL dan LINGUISTIC.
Semua hal yang berhubungan dengan kecerdasaan interpersonal dan linguistic akan
mudah Anda kuasai. Misalnya kemampuan public speaking, menulis, atau membangun
tim.
·
8
KECERDASAN. Delapan
kecerdasan yang gagas Gardner sangat baik menjelaskan bakat-bakat setiap
manusia. Penemuan Gardner mengenai 8 kecerdasan memberi insight mendalam bahwa
banyak cara menjadi cerdas. Bakat setiap orang agaknya merupakan
pancaran dari 8 Kecerdasan Majemuk ini.
Secara garis besar 8 Kecerdasan itu adalah
merupakan Jenis Smart:
1.
Word
Smart
2.
Logic
Smart
3.
Picture
Smart
4.
Body
Smart
5.
Music
Smart
6.
People
Smart
7.
Self
Smart
8.
Nature Smart
·
Word Smart. Read it, write it, talk about
it, listen to it. Anda sangat mudah menggunakan menggunakan kata. Jika Anda
berdiri di Word Smart, Anda bisa menjadi next JK. Rowling, Anthony Robbins,
atau Mario Teguh.
·
Logic Smart. Quantify it. Think critically about it.
Conceptualize it. Jika Anda termasuk Logic Smart, Anda menyukai pemecahan
masalah, menciptakan pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan pemecahan logis,
pandai membuat analogi, membuat data-data. Anda juga memiliki mental aritmatika
yang baik.
·
Picture Smart. See it. Draw it. Visualize it. Color it.
Mind-map it. Picture Smart membuat Anda suka menggambarkan sesuatu dengan
sangat detil. Anda lebih menyukai membaca tabel daripada uraian kata yang
panjang. Anda lebih suka menggambarkan sesuatu, bukan menceritakannya. Anda
menyukai seni visual: photograpy, lukis, film, sinematography.
·
Body Smart. Build it. Act it out. Get a gut feeling of it.
Dance it. Jika Anda menyukai aktivitas yang banyak bergerak tubuh, Anda
memiliki jenis smart ini. Anda menerangkan sesuatu dengan bantuan gerak tubuh.
Anda lebih suka praktek daripada mendengarkan berbagai teori. Anda akan merasa
tersiksa ketika harus berdiam diri, menunggu seseorang misalnya.
·
Music Smart. Nah, dari
namanya kita sudah memahami jenis smart yang ini berkaitan dengan musical
stuff. Bethove, Mozart, atau John Lennon contoh dari orang dengan music smart.
·
People Smart. Teach it. Collaborate it. Interact with respect
to it. Smart jenis memungkinkan Anda pandai bergaul, membangun tim hebat,
menggerakan orang untuk melakukan sesuatu... Super sales dan marketer bisa
lahir melalui smart jenis ini.
·
Self Smart. Self smart berkaitan dengan kepandaian menilai
ke dalam diri. Bagaimana sifat Anda, mengapa Anda melakukan ini itu, mengapa
Anda bertindak sedemikian. Anda biasanya memiliki pemikiran filosofis, sering
memberikan pemecahan permasalahan, suka dengan dunia psikologi.
·
Nature Smart. Yang terakhir ini jenis smart yang berkaitan
dengan alam raya. Anda menyukai kegiatan seperti mendaki gunung atau susur
sungai. Anda merasa nyaman ketika berada di alam terbuka.
Seluruh jenis
smart tersebut sebenarnya adalah bakat. Maka salah satu cara mengetahui bakat
diri sendiri adalah dengan memahami semua jenis smart tersebut. Sesungguhnya
semua orang, termasuk Anda, memiliki bakat alami. Tidak ada orang yang bodoh.
Masing-masing memiliki smart yang sendiri-sendiri.
Cara mengembangkan potensi diri
1. Kenali Betul Potensi Yang Ada Pada
Dirimu
Buat daftar pertanyaan dan jawab
dengan jujur. Misalnya : Apa yang membuat anda bahagia? Apa yang anda inginkan
dalam hidup ini? Apa kelebihan dan kekuatan anda? Apa kelemahan dan kekurangan
anda?.
2. Merumuskan dan Menentukan Cita -
Cita Hidup
Orang yang akan berhasil meraih
cita - cita adalah orang yang telah berhasil menetapkan cita - citanya sejak
awal. Lalu, dengan keteguhan hati berusaha keras mewujudkan cita - citanya
tersebut. Oleh sebab itu, kamu harus sudah menetapkan cita - cita hidupmu mulai
dari sekarang.
Bila telah menetapkan cita - cita,
kamu akan mengetahui arah mana atau jalan hidup mana yang akan ditempuh guna
mewujudkan cita - cita tersebut. Kamu juga harus konsisten (tetap dan tidak
berubah - ubah) dalam berusaha agar cita - cita yang ingin dituju bisa cepat
dicapai.
Karenanya kamu tidak boleh tergoda
pada hal - hal yang sepele yang bisa mengalihkan pusat perhatianmu dalam
berusaha meraih cita - cita. Walaupun kadangkala hal tersebut sepertinya lebih
menarik bagi kamu, tapi hati - hati hal itu bisa membuat usahamu meraih cita -
cita menjadi tidak optimal.
3. Belajarlah dengan Rajin, Ulet,
Tekun, dan Tanpa kenal lelah
Belajar bisa menunjang berbagai
sumber dan pengalaman yang dapat menunjang keberhasilan meraih cita - cita
tersebut. Tapi yang terpenting adalah keseriusan, ketekunan, keuletan, rajin,
dan tak kenal lelah dalam belajar.
Belajar bisa dari mana saja, dari
buku, koran, televisi, radio, kurus - kursus, pengalaman pribadi maupun orang
lain. Seorang Pembelajar sejati adalah orang yang rajin baca. Oleh sebab itu,
kamu harus membiasakan rajin membaca.
Tumbuhkanlah minat baca di dalam
dirimu. Membaca merupakan kunci utama dalam belajar. Sebab dengan membaca semua
ilmu pengetahuan dan teknologi akan bisa kamu ketahui.
4. Janganlah Kecil Hati dan Rendah
Diri
Kecil hati adalah mudah putus asa
apabila mendapat rintangan dalam menempuh hidup guna meraih cita - cita.
Adapun rendah diri adalah perasaan minder yang diakibatkan karena ia terlalu
fokus (memperhatikan) kekurangan - kekurangan dalam dirinya saja. Ia tidak
sadar bahwa ia juga mempunyai kelebihan. Karena Allah pasti
menganugerahi manusia dengan kelebihan dan kekurangan.
Hati - hatilah dengan kedua sifat
buruk ini. Kedua sifat ini akan membunuh karakter unggulmu. Membunuh bakat yang
telah Allah berikan kepadamu. Dengan adanya sifat kecil hati dan rendah diri,
kamu nanti tidak akan bisa maju dan berkembang. Sehingga sia - sialah bakat
yang terpendam dalam dirimu.
5. Jika Ada Kemauan Pasti Ada Jalan
Dalam Hidup ini pasti ada masalah,
tantangan, dan rintangan. Kalau tidak mau ada masalah, tantangan, dan rintangan
maka jangan hidup. Orang yang lari dari masalah, tantangan, dan dengan hidupnya
berarti ia pecundang. Bahkan orang yang beriman pun diberi ujian, firman Allah
Subhanahu wa ta'ala : "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan
(saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji
lagi?"(QS: Al Ankabut ayat 2)
Oleh sebab itu, kamu harus
menyikapi masalah, tantangan, dan rintangan dalam hidup dengan sikap yang
terbaik dan bijaksana. Caranya dengan menghadapi segala masalah, tantangan, dan
rintangan dengan kemauan keras untuk mendapatkan jalan keluarnya. Sehingga
mentalmu menjadi tangguh dengan baik.
Dengan demikian, dalam dirimu akan
terbentuk suatu karakter yang kuat dan pantang menyerah demi meraih prestasi
dan cita - cita yang telah kamu tetapkan. Sehingga bangsa Indonesia akan
menjadi bangsa yang maju dan unggul di mata dunia, apabila semua generasi
mudanya mempunyai mental kuat, tangguh, dan pantang menyerah. Yakinlah jika kau
ada kemauan.

